Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Wednesday, 22 May 2013

Seminar SEO

Bisa dibilang ini pertama kalinya saya ikut seminar yang berkaitan dengan kewirausahaan dan bisnis karena kebetulan lokasinya yang tidak jauh dari tempat tinggal sekarang, di Balai Santika Unpad Jatinangor. Mayoritas peserta sepertinya dari mahasiswa/mahasiwi Unpad sendiri karena penyelenggaraannya ada di lingkungan kampus, turut hadir juga perwakilan rektorat dari Unpad, team dari Indosat, dan tim dari yukbisnis.com selaku sponsor. Agak kaget juga ada sponsornya segala,karena saya pikir seminar ini murni diselengarakan dengan perolehan dana dari peserta. Harga tiketnya sendiri 75 ribu, agak murah sih dibanding seminar-seminar sejenis yang harganya mencapai 500 ribuan, apa gara-gara ada sponsornya sehingga harga tiket murah?
setelah beberapa kali ada kata sambutan yang membosankan karena kelama dan banyak, akhirnya sampai juga ke acara intinya, seminar SEO oleh team dari @webmasterID.
Panjang lebar yang disampaikan oleh pembicara, intinya seperti ini.

1. Tidak ada bisnis tanpa modal, jadi kalau ada motivator yang bilang tanpa modal itu kurang benar, harus pakai modal, walaupum modalnya adalah rasa niat dan sungguh-sungguh

2. Sekitar 30 orang dari 50 orang terkaya dunia versi forbes bisnisnya dari Internet, dan diperkirakan sekitar 5 tahun lagi, 45 orang dari 50 akan kaya dari internet

3. Bisnis Online lebih menguntungkan, karena gak pake modal transportasi, gak perlu ber-macet-macet ria, gak perlu toko fisik, jadi secara keseluruhan mengurangi modal.

4.Bisnis online benar-benar bisa dimulai tanpa modal uang bahkan bisa dimulai ketika kita tidak punya produk sama sekali. contoh sederhananya seperti ini, tahu forum kaskus kan?coba saja anda browsing satu barang saja disitu, maka akan dapat banyak thread yang menawarkan barang sama, kualitas sama, tapi harga beda, cari saja yang harganya paling murah lalu anda jual lagi melalui forum lain, tanpa modal kan?

Selanjutnya soal SEO(Search Engine Optimization), intinya kita manfaatkan sebanyak mungkin sosial media, bisa twitter, facebook, youtube, BBM, Whatsapp, line, kaskus, forum detik, forum kompas, forum vivanews dan berbagai medium lain.
Misal anda sudah memiliki produk untuk dijual dan sudah punya website yang berkaitan, proses selanjutnya adalah memanfaatkan SEO untuk memperbanyak hit ke website anda sehingga lebih banyak calon pembeli, semakin banyak hit maka semakin tinggi urutan di google search result. bagaimana caranya?


1. Manfaatkan twitter, jangan menggunakan account pribadi untuk berjualan, gunakan akun publik khusus untuk berjualan, promo lokasi, promo web, gunakan account pribadi untuk berbagi saja,

2. gunakan teknik soft selling, maksudnya jangan menjual secara langsung, walaupun akun publik bertujuan untuk jualan tapi jangan setiap timeline isinya jual ini jual itu, karena orang tidak akan menanggapi orang yang selalu menyodor-nyodorkan barang, secara kasar pula, melainkan sodorkan secara halus, misal yang akan anda jual adalah tas outdoor, carilah informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan tas yang anda jual, spesifikasinya, model-modelnya, kelebihan-kelebihannya, contoh-contoh orang yang memakainya dan jadikan itu sebgai informasi, jadi buat TL yang isinya berbagai informasi tentang tas outdoor nah di sela-sela itu nanti bisa dimasukkan link merk tas yang kita jual

3. Gunakan backlink, manfaatkan forum forum yang sudah exist untuk promo, mapankan dulu account anda sebelum berjualan,banyak-banyak dulu berbagi informasi yang berkaitan dengan produk yang akan kita jual untuk mendapatkan trust, baru kemudian kita cantumkan link jualan kita, apakah itu link twitter ataupun website. Contoh tas outdoor, aktif di beberapa forum, pilih komunitas yang sesuai dengan produk yang akan kita jual, mulai untuk berbagi, berbagi soal macam tas outdoor, berbagi model-model terbaru tas outdoor, aktifitas yang cocok menggunakan tas outdoor, tempat-tempat membeli tas outdoor yang reccomended, nah di kesempatan inilah kita sisipkan link jualan kita.

4. Pernah di tag barang dagangan di FB, kamu suka dengan tag seperti itu?tidak bukan, karena sangat mengganggu dan belum tentu yang kita tag membutuhkan apalagi berminat membeli produk kita, cara tag massal seperti itu kasar, gunakan cara yang sama dengan di twitter, kalau di FB buatlah fanspage, buatlah status berbagi informasi dulu baru kemudian rekomendasi tempat membeli produk yang tidak lain adalah fanspage tempat jualan produk kita.

5 Bisnis online sangat rawan penipuan. kalau tidak ingin tertipu jangan menipu, gunakan gambar se original mungkin, jangan diedit terlalu berlebihan sehingga tampak terlalu sempurna, ambil saja gambarnya menggunakan HP, jelaskan secara detail produk yang anda jual termasuk 'cacat' nya, jangan membuat janji yang berlebihan, menawarkan produk dengan janji 'wah' padahal kenyataanya tidak, berikan refund bila perlu, misal harga yang anda patok adalah 120 ribu, berikan refund 10 ribu ketika anda mengirimkan barang, dijamin pembeli akan senang kegirangan.

6. Keyword, gunakan kata yang populer, misal murah, trend, gunakan judul kaos murah abcd daripada cuma kaos abcd

7. Gunakan gambar berwatermark untuk produk jualan anda, rename nama file sesuai produk yang dijual,gunanya untuk menaikkan peringkat di search engine

Kurang lebih itulah poin-poin yang disampaikan di seminar yang bisa saya ingat, kemungkinan banyak kurangnya hehehe.
Untuk penyelenggaraan seminar sendiri secara umum kurang memuaskan. Acara yang molor waktu pelaksanaannya, gangguan sound system, dan sambutan-sambutan 'pembicara' lain yang terlalu lama dan banyak, mungkin setelah ini saya tidak akan mau lagi ikut seminar yang diselenggarakan oleh mahasiswa.


@eka9876




Saturday, 6 October 2012

Padhang mBulan

Nikmat sekali rasanya mendengar lagu padhang mbulan ini ditengah kepungan lagu-lagu industri yang cenderung ringan, sendu, "sepele" dengan tema cinta praktis. Konon katanya lagu-lagu industri bernada sendu bertemakan cinta ini jauh lebih laris karena memang selera pasar menghendaki lagu-lagu seperti itu, sungguh saya tidak bermaksud menghina, tapi pasar mana yang dimaksud?pasar warga negara sinetron, pasar warga negara hasil globalisasi, atau pasar warga negara anut grubyuk?
Lagu ini adalah salah satu original soundtrack(OST) dari Film Rayya yang sudah mulai tayang beberapa minggu lalu, dan sebenarnya yang ingin saya tulis adalah resensi dari filmnya, cuma karena baru nonton sekali sedangkan makna implisit yang ada di dalam dialog maupun adegan film itu banyak tur njlimet marai mumet, ya sudah saya tulis saja dulu lirik lagu OST nya, siapa tahu nanti setelah menuliskan ini, ada ide untuk menulis resensinya.

Padhang mBulan
sing by Anda Perdana

Cahaya kasih sayang menaburi malam
Hidayah dan rembulan menghadirkan Tuhan
Alam raya cakrawala pasrah dan sembahyang
yang palsu ditanggalkan yang sejati datang
yang dusta dikuakkan topeng-topeng hilang

Jiwa sujud hati tunduk padamu Tuhanku

Lihatlah-lihatlah mentari baru
yang terbit dari dalam tekadmu
Sesudah senja diujung duka
Nikmati hilang mangalirnya cahaya
Mengalirnya cahaya
Mengalirnya cahaya.......





note : lirik yang sebenarnya lebih panjang, tetapi cuma bagian ini saja yang dijadikan OST nya, pasti ada maksudnya dan saya juga belum paham,

enjoy






Thursday, 31 May 2012

Anti Tembakau

Katanya, hari ini adalah hari anti tembakau, kenapa harus anti tembakau?saya bukan perokok tapi tidak anti tembakau. Tembakau itu ciptaan Tuhan, kenapa harus dibenci sampai membuat hari khusus segala. Yang harus dibenci dan di anti kan adalah asap rokok yang masuk hidung sesorang yang bukan perokok, disitulah masalahnya. Silahkan saja merokok sepuas-puasnya, asalkan asapnya ikut ditelan sekalian, tidak usah dibagi-bagi ke orang lain satu partikel pun.

Kenapa rokok bisa laris di Indonesia, superlaris malah, sampai-sampai pemilik pabrik rokok menjadi orang terkaya se-Indonesia, karena harganya murah dan terjangkau di segala lapisan masyarakat. Jadi daripada membuat peraturan yang mengharuskan bungkus rokok ditulisi segala macam peringatan bahaya yang jelas-jelas tidak ada gunanya, sebaiknya dibuat peraturan pemerintah yang menaikkan cukai rokok hingga harga rokok per bungkus mencapai Rp. 100.000 seperti di Selandia Baru atau bisa dinaikkan harganya secara bertahap mulai Rp. 50.000 per bungkus seperti di Singapura dan Malaysia. Rasanya bisa lebih effektif.

Monday, 14 May 2012

Tikus, Kucing dan Anjing

Kurang sesuai rasanya kalau imej koruptor itu disamakan dengan tikus. Misal negara ini sebuah rumah, tikus hanyalah bagian subversi, tidak terlibat langsung dalam lingkup rumah, keberadaannya tidak diinginkan.
Lebih pas rasanya kalau digambarkan dengan kucing, karena kucing terlibat dalam lingkup rumah. Sifat alami kucing, walaupun setiap hari kita beri makan, lihat ikan di lemari pun akan dicurinya juga. Tapi mengingat kucing sering digambarkan sebagai hewan lucu, peliharaan favorit manusia dan jarang namanya disebut-sebut ketika orang mengumpat, terlalu "baik" kalau kita gambarkan koruptor seperti kucing.
Bagaimana kalau disamakan saja dengan anjing?rasanya tidak cocok juga karena anjing adalah hewan yang setia dan jarang atau tidak pernah mencuri makanan dari majikannya. Tidak bisa disamakan, karena koruptor adalah makhluk jenis lain yang derajatnya lebih rendah dari ketiga hewan itu, dan setiap orang punya potensi menjadi makhluk bernama koruptor kalau sudah terjangkit virus serakah. Orang dengan virus serakah akan berubah menjadi makhluk koruptor yang ganas dan sadis ketika bertemu dengan kesempatan.




Wednesday, 8 June 2011

Pembangunan Mental Bangsa

Setelah beberapa lama akhirnya buat tulisan lagi tentang permasalahan sosial, walaupun saya bukan ahlinya, walaupun saya juga tidak punya solusi nyatanya, atau bahkan justru saya juga bagian dari permasalahan sosial ini,..hehehe, tapi yang namanya unek-unek lebih enak kalau dituangkan, lewat media apapun.

Kemiskinan dan kebodohan adalah dua hal yang dicanangkan oleh para pendiri bangsa ini sebagai musuh baru yang harus ditumpas setelah jaman perjuangan kemerdekaan fisik, setiap pemimpin bangsa ini di setiap periodenya memiliki tugas berat untuk memeranginya, tidak bertujuan untuk menumpasnya habis hanya mengurangi jumlahnya, karena suatu hal yang mustahil kemiskinan dan kebodohan itu ditumpas habis, mengingat 2 hal itu juga termasuk bagian dari keseimbangan sosial, tidak akan ada kaya kalau tidak ada miskin dan tidak ada pintar kalau tidak ada bodoh.

Menjadi lebih sulit kalau upaya untuk mengurangi angka kemiskinan dan kebodohan harus melewati tahap pembangunan mental dahulu, dan inilah yang menjadikan tugas bagi pemimpin bangsa ini menjadi sangat berat, karena dia harus bisa membangun mental bangsa nya dahulu. Mental untuk terus maju dan berinovasi, mental mau bekerja keras.

Sebenarnya bukan cuma dua atau tiga hari aku tinggal di ibu kota Jakarta ini, sudah beberapa bulan kalau diakumulasikan, dan hal paling menyiksa ketika ada di Jakarta ini selain macetnya adalah, banyaknya kaum peminta-minta alias pengemis yang bertebaran di setiap sudut jalan, jauh lebih banyak dibanding kota-kota besar lain di Indonesia yang pernah kukunjungi, sebuah tanda kesenjangan sosial yang begitu tampak nyata di mata. Tapi bukan masalah kesenjangan yang ingin kubahas disini, tapi soal  kaum peminta-minta yang ada di daerah khusus ini. diantara kaum peminta-peminta itu banyak sekali diantaranya yang masih anak-anak. mereka berkeliling dari warung satu ke warung lain di pusat-pusat perkantoran, pusat perbelanjaan dan diantaranya banyak yang sambil menggendong balita. sungguh pemandangan yang mengganggu mata hati. Anak-anak ini masih dalam masa pembangunan karakter dan mental, apa jadinya nanti ketika mereka dewasa nanti, kalau sejak kecil sudah disuruh meminta-minta, mental seperti apa yang nanti terbentuk ketika mereka sudah dewasa, dan yang lebih mengherankan serta sama sekali sulit kupahami adalah, apa yang dipikirkan orang tua anak-anak ini, ataupun kalau bukan orang tua mereka yang menyuruh, sebejat apa jiwa orang-orang dewasa yang menyuruh anak-anak ini untuk mengemis, apa semuanya demi sepiring nasi sampai harus mengorbankan mental anak-anak ini.

Harus ada revolusi pembangunan mental secara menyuluruh kalau bangsa ini ingin maju, ataupun seandainya pertumbuhan ekonomi bangsa ini naik seperti yang didengung-dengungkan pemerintah, tanpa adanya pembangunan mental, kesenjangan sosial pasti akan semakin besar.
Hufff...apa yang bisa kulakukan, apa yang bisa kalian lakukan untuk permasalahan ini, saya juga belum tahu solusi nyatanya, ...

Tuesday, 31 May 2011

Tuhan Sembilan Senti

karya : Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok, 

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok, 

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok, 

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok, 

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok, 

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita, 

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok, 

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok, 

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.


 *gambar diambil dari sini

Wednesday, 16 March 2011

7 Ciri - Cirimu

Kita harus berani melihat wajah jelek kita sendiri, sering-seringlah melihat ke cermin supaya sadar bahwa kita ini punya banyak keburukan. Cermin tidaklah harus berupa benda padat bening yang memantulkan hampir seluruh sinar yang menabraknya, cermin bisa berupa tulisan yang menyadarkan hati, akal dan cara berpikir.
Berikut saya kutip 7 ciri-ciri orang Indonesia menurut Mochtar Lubis (wartawan dan budayawan), yang saya baca di salah satu milist.

Ciri-ciri orang Indonesia menurut Mochtar Lubis:
 
1. Hipokrit, senang berpura-pura, lain di muka lain di belakang, suka menyembunyikan yang dikehendaki, karena takut mendapat ganjaran yang merugikan dirinya.
 
2. Segan dan enggan bertanggungjawab atas perbuatannya, putusan dan pikirannya. Atau sering mengalihkan tanggungjawab tentang sesuatu kesalahan dan kegagalan kepada orang lain.
 
3. Berjiwa feodalis, senang memperhamba pihak yang lemah, senang dipuji, serta takut dan tidak suka   dikritik.
 
4. Percaya pada takhyul dan senang mengkeramatkan sesuatu.
 
5. Berjiwa artistik dan sangat dekat dengan alam.
 
6. Mempunyai watak yang lemah serta kurang kuat mempertahankan keyakinannya sekalipun keyakinannya itu benar. Suka meniru.
 
7. Kurang sabar, cepat cemburu dan dengki.
 
Tidak semua benar, dan tidak semua orang Indonesia punya ciri-ciri seperti itu.
Setelah proses scan, saya punya 4 dari 7 ciri diatas yang harus segera dirubah,..hehehe..

Saturday, 22 January 2011

Penggelapan dan Rekayasa

Sebelum berteriak dan ikut arus ada baiknya memahami inti persoalan dari suatu kasus sehingga tidak asal teriak dan terseret ke arus yang salah. Hasil dari menonton salah satu acara televisi di metro tv Provocative ProActive, rasanya jadi ingin ikut mendistribusikan pemahaman dari satu kasus mafia paling fenomenal selama satu tahun ini, yaitu kasus mafia pajaknya si supergayus dan justice leaguenya, mengapa saya sebut demikian, karena melihat tingkah laku si gayus yang bak manusia super bisa terbang bebas pergi pelesir ke tempat-tempat wisata walaupun statusnya sedang dipenjara!!dan si gayus pun bisa terbang bebas kemana-mana karena juga mendapat bantuan teman-teman supernya yang tersebar dimana-mana dan di berbagai instansi seperti film animasi Superman and The Justice League.

Kasus yang sedang didakwakan ke gayus sekarang ini adalah kasus rekayasa pajak, dimana dia dibayar oleh klien-klien nya yg sejauh ini sudah diketahui ada 152 perusahaan untuk merekayasa nilai pajak yang harus dibayar oleh perusahaan-perusahaan itu ke negara, nilai pajak yg harusnya besar direkayasa menjadi kecil. jadi kalau anda tidak mau membayar pajak karena taku nanti duit anda disalahgunakan oleh orang macam gayus, berarti anda salah paham. Penyalahgunaan atau pengambilan uang pajak rakyat masuk kategori penggelapan pajak, nah kasus yg didakwakan ke si gayus ini sekarang adalah rekayasa pajak, berbeda!!

Tapi apapun itu, tetap saja korupsi dan kolusi yang mengurangi pendapatan negara yang ujung-ujungnya menyangkut masalah kesejahteraan rakyat,..wiih berat nih kayaknya,..hehehe...

Obrolan-obrolan semacam ini sudah jamak jadi topik di warung-warung kopi, warteg, sampai ke kafe, bukan sesuatu yg jelek atau salah, jauh lebih baik malah daripada ngobrolin yang enggak-enggak dan enggak jelas hehehe. Ingin lebih signifikan, go, speak up on the internet, tulis unek-unek anda melalui blog atau sarana lain, OK pren, lanjuuutttt....

Saturday, 1 January 2011

Dehidrasi Prestasi Sepak Bola

Apakah euforia akhir-akhir ini berlebihan?anda tentu tahu maksud saya, ketika semua beramai- ramai mengekspose satu hal, timnas sepakbola. Kalau dalam hal dukungan supporter yang sampai rela berjubel ria  antre berjam-jam di loket stadion untuk menonton pertandingan timnas, itu bukanlah sesuatu yang berlebihan, wajar sekali, karena demi klub lokal kota mereka saja para supporter rela melakukan hal itu, apalagi untuk timnas yang sudah terlalu lama tidak berprestasi, para supporter bukan cuma haus tapi sudah dehidrasi dengan prestasi sepakbola Indonesia, yang berlebihan dan tidak wajar adalah euforia dari media dan praktisi politik. Mulai dari liputan non stop dari pagi sampai malam, pengerahan massa, pembagian kaos timnas gratis dengan label tertentu hingga ajakan jamuan makan, yang saya tahu media hanya tertarik dengan rating, dan politikus Indonesia hanya tertarik dengan uang dan kekuasaan. Hubungannya dengan euforia mereka terhadap timnas adalah momentum yang tepat untuk mendompleng demi meraih apa yang sesungguhnya menjadi ketertarikan mereka yang sebenarnya.

Sejak kecil saya hobi bermain sepakbola, dan sebagai penghobi sepakbola, kekalahan adalah sesuatu yang menyakitkan ketika kemenangan tampak nyata, sungguh aneh rasanya ketika 5 kali kemenangan beruntun yang menandakan bahwa tim sedang dalam kondisi stabil, strategi sudah tepat, tiba-tiba kalah, bukan kekalahan biasa tapi kekalahan yang telak, 3-0. segala sesuatu memang sudah ditakdirkan, sudah ada garisnya, tapi karena saya tidak termasuk golongan orang yang senang melimpahkan kesalahan pada takdir, mari berargumen untuk menyalahkan sesuatu yang memang pantas untuk disalahkan.

Kalau saya lebih suka menyalahkan Nurdin Halid dan PSSI nya yang dengan gobloknya membiarkan konsentrasi dan mental pemain terganggu oleh jamuan makan, undangan – undangan gak penting, interview pada pemain yang berlebih, sampai memberikan bonus kepada pemain dalam bungkus kardus.
Bagaimana dengan sinar laser?ahh, sinar laser hanya memberikan ketidaknyamanan sesaat itupun kalau yang disorot tahu dia sedang disorot dengan laser, selebihnya saya yakin laser tidak menggangu konsentrasi dan mental pemain.

Timnas tidak akan maju dan akan terus sulit meraih juara alias tidak akan pernah mendapat berkah kalau ketua dari organisasi yang menaunginya adalah seorang politikus penjilat dan koruptor.

Terus terbang garudaku, kami akan selalu mendukungmu!!!


Saturday, 25 September 2010

zaman opini

Entah karena kesadaranku yang bertambah, karena era reformasi yang membuat negeri ini berubah, atau karena munculnya dua stasiun televisi baru yang memfokuskan produk komersialnya pada program berita, membuat segala macam opini masuk ke kepala, mau atau tidak mau.
Di era televisi menjadi hiburan utama dan internet menjadi media sosial favorit, seolah membuat segala macam tulisan termasuk berita dengan segala opininya masuk ke alam sadar dan secara langsung mengubah cara memandang suatu persoalan, bergantung ke opini mana yang lebih kuat.

Ambil contoh pemberitaan tentang wakil rakyat negeri ini,......
Bad Profiling, mulai dari pembangunan gedung baru dengan biaya trilyunan, pelesir ke berbagai negara dengan label studi banding dengan tujuan yang jauh dari "manfaat", kasus korupsi, arogansi sampai ke berita perselingkuhan anggota dewan, semua pemberitaan bertubi-tubi yang menggiring kepada opini bahwa sebagian anggota DPR mempunyai profil yang buruk sekali, padahal,kalau dilihat dari sudut lain dari sisi opini yang berbeda, para anggota DPR itu adalah perwakilan rakyat, cermin dari rakyat itu sendiri, karena rakyat lah yang memilih mereka, bukankah kalau wakil itu buruk, berarti yang memilih wakil itu lebih buruk??kasarkah kalau disimpulkan bahwa profil sebagian besar anggota DPR yang buruk dan korup
itu cerminan bahwa sebagian besar rakyat negeri ini juga buruk dan korup??

Mereka memiliki pertanggung jawaban yang lebih besar, tapi kita, saya, juga ikut bertanggung jawab, memilih
atau tidak memilih waktu Pemilu, selama memiliki KTP dan mengaku sebagai warga negeri ini, pastinya ikut betanggung jawab

Apa yang coba kuungkapkan adalah, saat kita berteriak mengkritik, protes bahkan ikut mencaci melihat pemberitaan yang buruk dari wakil rakyat ini, sesungguhnya kita juga berteriak dan mencaci diri kita sendiri. aku ingin merasa seperti itu, supaya saat berteriak mengkritik prilaku buruk anggota DPR, berarti aku juga sedang mengkritik diri sendiri, ada perubahan, ada kesesuaian antara ucapan dan perbuatan, bukan hanya omong besar, berani mengkritik tetapi tidak berbuat apapun,..


Saturday, 26 June 2010

Keinginan dan Kebutuhan

"
aku hanya tahu yang kuinginkan
berdoa pun selalu minta apa yang kuinginkan
hanya Alloh yang tahu yang kubutuhkan
karena itu Dia selalu memberi yang kubutuhkan bukan yang kuinginkan
aku sering lupa bersyukur karena merasa keinginanku tidak dikabulkan 

padahal Alloh sudah memberi yang kubutuhkan
 "
paragraf diatas bukan dari seminar ESQ, quote dari buku atau ngutip status temen di FB, murni hasil ngelamun di malam hari karena belum bisa tidur,..hehehe,...

Friday, 25 June 2010

Panasnya Pontianak

  Kalau dihitung secara total, sudah 8 bulan aku ada di kota ini, kota yang panas karena memang secara geografis terletak di posisi 0 derajat garis khatulistiwa. Bayanganku saat akan menginjakkan kaki di kota ini sungguh berbeda dengan apa yang kulihat setelah sampai, hmm...sudah separah ini rupanya penggundulan hutan di negeri ini.

  Hutan lebat yang hijau, ciri khas hutan hujan tropis sama sekali tidak kutemukan di kota ini, justru ramai kendaraan dengan pemukiman padat persis kota-kota besar di jawa, hey..kemana hilangnya hutan lebat yang sering kudengar dan kubaca dulu.

  Pontianak, adalah ibukota dari Provinsi Kalimantan Barat, yang kalau dilihat di peta Indonesia merupakan provinsi terluas di kalimantan, dan yang seperti kudengar, kubaca, dan kubayangkan seharusnya masih banyak kawasan hutan di pulau ini, faktanya menghilang semua. ah sudahlah, apa gunanya membahas hal ini, mending jalan-jalan melihat keindahan kota ini.
Museum Tugu Khatulistiwa, tampak dari luar

Tugu Khatulistiwa yang sebenarnya, dalam museum
Istana Kesultanan Al Kadrie

Friday, 21 May 2010

Bukan soal hasil tapi proses belajarnya...

  Melihat blog teman-teman dengan beraneka ragam tulisan, memancing niatku untuk belajar menulis, menulis apa saja, entah pengalaman sehari-hari, resensi film, puisi dan sebagainya. Niat yg susah diwujudkan karena aku bukan termasuk golongan orang yang pandai mengungkapkan isi hati dan pikiran,...lho apa hubungannya, bukankah menulis itu sama dengan mencurahkan segenap isi pikiran yang terkadang melibatkan isi hati/perasaan, ya itu hubungannya heheheh,.....

  Ternyata kegemaran membaca tidak segaris dengan kemampuan untuk menulis, tidak ada hubungan garis malah, suka membaca biasanya diidentikkan dengan banyaknya pilihan kosa kata, gaya menulis, dan sebagainya, ibaratnya semakin banyak membaca maka semakin bermutu lah apa yang dituliskannya, setidaknya itu yang pertama kali kubayangkan, ternyata ya itu tadi, tidak segaris, menulis jauh lebih susah dibanding membaca. ya pastilah hehehe.

  Belum banyak pilihan kata dengan gaya bahasa yang teratur dengan alur tulisan yg terus mengalir sehingga mampu membuat pembaca terus mengikuti tulisan itu sepanjang apapun, sebanyak apapun halamannya dalam blog ini, orang yang bikin blog baru belajar nulis.

bukan soal hasil tapi soal proses belajarnya....