Wednesday, 16 March 2011

7 Ciri - Cirimu

Kita harus berani melihat wajah jelek kita sendiri, sering-seringlah melihat ke cermin supaya sadar bahwa kita ini punya banyak keburukan. Cermin tidaklah harus berupa benda padat bening yang memantulkan hampir seluruh sinar yang menabraknya, cermin bisa berupa tulisan yang menyadarkan hati, akal dan cara berpikir.
Berikut saya kutip 7 ciri-ciri orang Indonesia menurut Mochtar Lubis (wartawan dan budayawan), yang saya baca di salah satu milist.

Ciri-ciri orang Indonesia menurut Mochtar Lubis:
 
1. Hipokrit, senang berpura-pura, lain di muka lain di belakang, suka menyembunyikan yang dikehendaki, karena takut mendapat ganjaran yang merugikan dirinya.
 
2. Segan dan enggan bertanggungjawab atas perbuatannya, putusan dan pikirannya. Atau sering mengalihkan tanggungjawab tentang sesuatu kesalahan dan kegagalan kepada orang lain.
 
3. Berjiwa feodalis, senang memperhamba pihak yang lemah, senang dipuji, serta takut dan tidak suka   dikritik.
 
4. Percaya pada takhyul dan senang mengkeramatkan sesuatu.
 
5. Berjiwa artistik dan sangat dekat dengan alam.
 
6. Mempunyai watak yang lemah serta kurang kuat mempertahankan keyakinannya sekalipun keyakinannya itu benar. Suka meniru.
 
7. Kurang sabar, cepat cemburu dan dengki.
 
Tidak semua benar, dan tidak semua orang Indonesia punya ciri-ciri seperti itu.
Setelah proses scan, saya punya 4 dari 7 ciri diatas yang harus segera dirubah,..hehehe..

Saturday, 22 January 2011

Penggelapan dan Rekayasa

Sebelum berteriak dan ikut arus ada baiknya memahami inti persoalan dari suatu kasus sehingga tidak asal teriak dan terseret ke arus yang salah. Hasil dari menonton salah satu acara televisi di metro tv Provocative ProActive, rasanya jadi ingin ikut mendistribusikan pemahaman dari satu kasus mafia paling fenomenal selama satu tahun ini, yaitu kasus mafia pajaknya si supergayus dan justice leaguenya, mengapa saya sebut demikian, karena melihat tingkah laku si gayus yang bak manusia super bisa terbang bebas pergi pelesir ke tempat-tempat wisata walaupun statusnya sedang dipenjara!!dan si gayus pun bisa terbang bebas kemana-mana karena juga mendapat bantuan teman-teman supernya yang tersebar dimana-mana dan di berbagai instansi seperti film animasi Superman and The Justice League.

Kasus yang sedang didakwakan ke gayus sekarang ini adalah kasus rekayasa pajak, dimana dia dibayar oleh klien-klien nya yg sejauh ini sudah diketahui ada 152 perusahaan untuk merekayasa nilai pajak yang harus dibayar oleh perusahaan-perusahaan itu ke negara, nilai pajak yg harusnya besar direkayasa menjadi kecil. jadi kalau anda tidak mau membayar pajak karena taku nanti duit anda disalahgunakan oleh orang macam gayus, berarti anda salah paham. Penyalahgunaan atau pengambilan uang pajak rakyat masuk kategori penggelapan pajak, nah kasus yg didakwakan ke si gayus ini sekarang adalah rekayasa pajak, berbeda!!

Tapi apapun itu, tetap saja korupsi dan kolusi yang mengurangi pendapatan negara yang ujung-ujungnya menyangkut masalah kesejahteraan rakyat,..wiih berat nih kayaknya,..hehehe...

Obrolan-obrolan semacam ini sudah jamak jadi topik di warung-warung kopi, warteg, sampai ke kafe, bukan sesuatu yg jelek atau salah, jauh lebih baik malah daripada ngobrolin yang enggak-enggak dan enggak jelas hehehe. Ingin lebih signifikan, go, speak up on the internet, tulis unek-unek anda melalui blog atau sarana lain, OK pren, lanjuuutttt....

Saturday, 1 January 2011

Dehidrasi Prestasi Sepak Bola

Apakah euforia akhir-akhir ini berlebihan?anda tentu tahu maksud saya, ketika semua beramai- ramai mengekspose satu hal, timnas sepakbola. Kalau dalam hal dukungan supporter yang sampai rela berjubel ria  antre berjam-jam di loket stadion untuk menonton pertandingan timnas, itu bukanlah sesuatu yang berlebihan, wajar sekali, karena demi klub lokal kota mereka saja para supporter rela melakukan hal itu, apalagi untuk timnas yang sudah terlalu lama tidak berprestasi, para supporter bukan cuma haus tapi sudah dehidrasi dengan prestasi sepakbola Indonesia, yang berlebihan dan tidak wajar adalah euforia dari media dan praktisi politik. Mulai dari liputan non stop dari pagi sampai malam, pengerahan massa, pembagian kaos timnas gratis dengan label tertentu hingga ajakan jamuan makan, yang saya tahu media hanya tertarik dengan rating, dan politikus Indonesia hanya tertarik dengan uang dan kekuasaan. Hubungannya dengan euforia mereka terhadap timnas adalah momentum yang tepat untuk mendompleng demi meraih apa yang sesungguhnya menjadi ketertarikan mereka yang sebenarnya.

Sejak kecil saya hobi bermain sepakbola, dan sebagai penghobi sepakbola, kekalahan adalah sesuatu yang menyakitkan ketika kemenangan tampak nyata, sungguh aneh rasanya ketika 5 kali kemenangan beruntun yang menandakan bahwa tim sedang dalam kondisi stabil, strategi sudah tepat, tiba-tiba kalah, bukan kekalahan biasa tapi kekalahan yang telak, 3-0. segala sesuatu memang sudah ditakdirkan, sudah ada garisnya, tapi karena saya tidak termasuk golongan orang yang senang melimpahkan kesalahan pada takdir, mari berargumen untuk menyalahkan sesuatu yang memang pantas untuk disalahkan.

Kalau saya lebih suka menyalahkan Nurdin Halid dan PSSI nya yang dengan gobloknya membiarkan konsentrasi dan mental pemain terganggu oleh jamuan makan, undangan – undangan gak penting, interview pada pemain yang berlebih, sampai memberikan bonus kepada pemain dalam bungkus kardus.
Bagaimana dengan sinar laser?ahh, sinar laser hanya memberikan ketidaknyamanan sesaat itupun kalau yang disorot tahu dia sedang disorot dengan laser, selebihnya saya yakin laser tidak menggangu konsentrasi dan mental pemain.

Timnas tidak akan maju dan akan terus sulit meraih juara alias tidak akan pernah mendapat berkah kalau ketua dari organisasi yang menaunginya adalah seorang politikus penjilat dan koruptor.

Terus terbang garudaku, kami akan selalu mendukungmu!!!


Saturday, 6 November 2010

Resident Evil : Afterlife

Resensi untuk film ini sudah ada dimana-mana,  tinggal dicari saja via Google, jadi tulisan ini sekedar review dari seorang fans Milla Jovovich untuk film terbarunya...:D
Sebenarnya film ini sudah kutunggu-tunggu, melihat sekuel film resident evil sebelumnya, extinction, sangat memuaskan, terutama aksi dari bintang utamanya the georgeous Milla.
Rating dari IMDB 6.2/10 mengindikasikan kalo film ini layak untuk ditonton, hanya saja memang tidak sesuai ekspektasiku yang terlanjur tinggi.
Adegan aksi di Film ini cukup banyak dengan pengambilan sudut pandang ala 3D seperti penampilan detail dari benda jatuh, aksi memecah kaca gedung dan yang lainnya. Cuma beberapa adegan aksi terlalu banyak menonjolkan aksi slow motion yang mungkin bisa dikatakan tidak pada tempatnya.
Kekurangan lain dari fim ini adalah,..terlalu singkat!!!cuma 97 menit. Mengingat perjuanganku untuk menonton film ini sampai dibela-belain beli tiket midnight, rasanya kurang kalo nonton aksi milla jovovichnya cuma 97 menit...:P
Cerita berawal dari serbuan Alice dan saudari-saudari kloningnya ke markas Umbrella Corporation, awal dari upayanya untuk menemukan manusia-manusia yang masih belum terkena virus T, petualangan berlanjut setelah Alice bertemu dengan sekelompok survivor yang masih bertahan dan belum tertular virus T....


 *gambar diambil dari sini

Friday, 29 October 2010

OffRoad !!!!

let the photo speak..







all photo taken on event International Singkawang Offroad 2010,..more

Monday, 25 October 2010

Ocean Heaven

Pertama kalinya aku melihat film Jet Li tanpa ada aksi laga. Jet Li yang biasa berperan sebagai jagoan ahli kungfu, mulai dari pendekar shaolin jaman kuno sampai penjahat modern dari masa depan, semuanya menonjolkan keahlian seni beladiri yang keras sekaligus indah dan menarik untuk ditonton, tapi di film kali ini ada peran " tak biasa" rupanya yang dimainkannya.

Sebuah film drama yang bercerita tentang perjuangan seorang ayah yang memiliki anak dengan authism, dan Jet Li yang berperan sebagai ayah tersebut. Cerita Sedih,..tidak, mengharukan juga dalam taraf yang masih wajar, karena yang ditonjolkan dalam film ini adalah semangat, ketabahan dan perjuangan sang ayah untuk membuat anaknya mandiri, sesuatu yang sangat sulit mengingat orang dengan authism seperti punya dunianya sendiri, tidak memiliki kemampuan untuk bersosialisasi. Bagaimana orang bisa hidup mandiri tanpa bersosialisasi?
Selain itu, konflik semakin rumit karena usia si anak sudah 20an tahun, dengan kata lain dia tidak bisa dititipkan ke asrama sekolah khusus anak autis karena terlalu tua, tapi juga tidak bisa dititipkan ke panti penderita autis karena terlalu muda. Ayah yang sudah kerepotan ini semakin dihadapkan kepada posisi yang sulit, karena dia juga sudah di vonis menderita kanker stadium akut dan umurnya tinggal beberapa bulan lagi...


*gambar diambil dari sini

Saturday, 25 September 2010

zaman opini

Entah karena kesadaranku yang bertambah, karena era reformasi yang membuat negeri ini berubah, atau karena munculnya dua stasiun televisi baru yang memfokuskan produk komersialnya pada program berita, membuat segala macam opini masuk ke kepala, mau atau tidak mau.
Di era televisi menjadi hiburan utama dan internet menjadi media sosial favorit, seolah membuat segala macam tulisan termasuk berita dengan segala opininya masuk ke alam sadar dan secara langsung mengubah cara memandang suatu persoalan, bergantung ke opini mana yang lebih kuat.

Ambil contoh pemberitaan tentang wakil rakyat negeri ini,......
Bad Profiling, mulai dari pembangunan gedung baru dengan biaya trilyunan, pelesir ke berbagai negara dengan label studi banding dengan tujuan yang jauh dari "manfaat", kasus korupsi, arogansi sampai ke berita perselingkuhan anggota dewan, semua pemberitaan bertubi-tubi yang menggiring kepada opini bahwa sebagian anggota DPR mempunyai profil yang buruk sekali, padahal,kalau dilihat dari sudut lain dari sisi opini yang berbeda, para anggota DPR itu adalah perwakilan rakyat, cermin dari rakyat itu sendiri, karena rakyat lah yang memilih mereka, bukankah kalau wakil itu buruk, berarti yang memilih wakil itu lebih buruk??kasarkah kalau disimpulkan bahwa profil sebagian besar anggota DPR yang buruk dan korup
itu cerminan bahwa sebagian besar rakyat negeri ini juga buruk dan korup??

Mereka memiliki pertanggung jawaban yang lebih besar, tapi kita, saya, juga ikut bertanggung jawab, memilih
atau tidak memilih waktu Pemilu, selama memiliki KTP dan mengaku sebagai warga negeri ini, pastinya ikut betanggung jawab

Apa yang coba kuungkapkan adalah, saat kita berteriak mengkritik, protes bahkan ikut mencaci melihat pemberitaan yang buruk dari wakil rakyat ini, sesungguhnya kita juga berteriak dan mencaci diri kita sendiri. aku ingin merasa seperti itu, supaya saat berteriak mengkritik prilaku buruk anggota DPR, berarti aku juga sedang mengkritik diri sendiri, ada perubahan, ada kesesuaian antara ucapan dan perbuatan, bukan hanya omong besar, berani mengkritik tetapi tidak berbuat apapun,..