Thursday, 19 July 2012
Bahtera Mocopat Syafaat
ning dunyo piro suwene
jur bali ning panggonane
ning akhirat yo sejatine
mung amal becik sangune
ojo ngucap bodho yo ben
golek ilmu kudu telaten
kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini
berapa lamanya di dunia (yang sebentar)
terus kembali ke tempat yang sebenarnya
di akhirat tempat yang sejati
cuma amal baik bekalnya
jangan berkata, biarlah (tetap) bodoh
mencari ilmu harus rajin
diatas adalah syair yang sering dilagukan oleh Kyai Kanjeng, dan saya mendengarnya di mocopat syafaat, semacam forum diskusi atau pengajian yang dimoderatori oleh Muhammad Ainun Nadjib, dulu dikenal dengan nama Emha Ainun Nadjib dan akrab dipanggil Cak Nun. Dimoderatori karena di forum ini bukan hanya Cak Nun yang berbicara, tapi banyak tamu-tamu lain yang datang dan ikut berbicara di depan pendengar yang secara khusus disebut jamaah Maiyah, sampai sekarang saya belum mengerti makna dari Maiyah itu sendiri.
Mocopat Syafaat ini diadakan di Yogyakarta tanggal 17 setiap bulannya, forum-forum sejenis juga ada di kota-kota lain, seperti di Surabaya dengan nama gambang syafaat, di Semarang, Jombang, Jakarta dan mungkin kota-kota lain yang saya tidak tahu dengan nama yang berbeda-beda.
Mendengarkan Cak Nun berbicara di Mocopat Syafaat seperti mendapatkan refresh ide, pengetahuan baru, pemahaman baru dan cara pandang yang berbeda pada suatu hal, ada yang berbeda di forum ini yang tidak saya temukan ketika mendengar forum-forum atau pengajian lain. Berbagai hal didiskusikan di Mocopat Syafaat, mulai dari tauhid, agama, filosofi, sejarah, musik, hubungan internasional, politik, hukum, teori konspirasi bahkan sampai ke UFO segala, dikombinasikan dengan musik medley religi ala Kyai Kanjeng membuat forum ini ini semakin hidup. Saya belum bisa hadir ke Jogja untuk menyaksikan secara langsung, jadi sejauh ini ya hanya menjadi pemirsa setia via youtube saja.
Sebenarnya banyak hal-hal menarik dan pengetahuan-pengatahuan baru yang saya dapat dengan menjadi pemirsa setia Mocopat Syafaat ini, tapi karena saking banyaknya tidak saya tulis disini, kalau tertarik sebaiknya anda search saja di youtube dan saksikan sendiri, hehehe....
Jangan mengira kalau forum atau pengajian ini hanya untuk Muslim, karena Mocopat Syafaat tidak pernah membatasi siapa saja yang ingin bergabung menjadi penikmatnya, manusia dengan segala perbedaannya diterima di forum ini, ibarat Indonesia yang kalau dilihat dari angkasa seperti sebuah perahu atau bahtera, dan kalau anda ingat bahtera Nuh, dengan ruang fisiknya yang sempit sanggup menampung berbagai macam tumbuhan dan hewan, juga manusia dengan harmonisasi yang sangat baik. Itulah Mocopat Syafaat, seperti bahtera yang menampung manusia dengan segala ragamnya, dan itulah sejatinya Indonesia, karena kalau tidak di Indonesia, forum-forum seperti ini akan sulit bahkan tidak bisa hidup.
Thursday, 31 May 2012
Anti Tembakau
Katanya, hari ini adalah hari anti tembakau, kenapa harus anti tembakau?saya bukan perokok tapi tidak anti tembakau. Tembakau itu ciptaan Tuhan, kenapa harus dibenci sampai membuat hari khusus segala. Yang harus dibenci dan di anti kan adalah asap rokok yang masuk hidung sesorang yang bukan perokok, disitulah masalahnya. Silahkan saja merokok sepuas-puasnya, asalkan asapnya ikut ditelan sekalian, tidak usah dibagi-bagi ke orang lain satu partikel pun.
Kenapa rokok bisa laris di Indonesia, superlaris malah, sampai-sampai pemilik pabrik rokok menjadi orang terkaya se-Indonesia, karena harganya murah dan terjangkau di segala lapisan masyarakat. Jadi daripada membuat peraturan yang mengharuskan bungkus rokok ditulisi segala macam peringatan bahaya yang jelas-jelas tidak ada gunanya, sebaiknya dibuat peraturan pemerintah yang menaikkan cukai rokok hingga harga rokok per bungkus mencapai Rp. 100.000 seperti di Selandia Baru atau bisa dinaikkan harganya secara bertahap mulai Rp. 50.000 per bungkus seperti di Singapura dan Malaysia. Rasanya bisa lebih effektif.
Kenapa rokok bisa laris di Indonesia, superlaris malah, sampai-sampai pemilik pabrik rokok menjadi orang terkaya se-Indonesia, karena harganya murah dan terjangkau di segala lapisan masyarakat. Jadi daripada membuat peraturan yang mengharuskan bungkus rokok ditulisi segala macam peringatan bahaya yang jelas-jelas tidak ada gunanya, sebaiknya dibuat peraturan pemerintah yang menaikkan cukai rokok hingga harga rokok per bungkus mencapai Rp. 100.000 seperti di Selandia Baru atau bisa dinaikkan harganya secara bertahap mulai Rp. 50.000 per bungkus seperti di Singapura dan Malaysia. Rasanya bisa lebih effektif.
Wednesday, 16 May 2012
Grazie Il Capitano
Kenapa harus menjadi penggemar klub sepakbola dari negara lain yang bahkan nama kota asalnya kurang dikenal? Turin, nama kota di negara Italia, tentu kurang dikenal bila dibandingkan Roma atau pun Milan. Sebelum menjawab pertanyaan itu, saya harus tanya anda dulu, apakah anda hobi bermain sepakbola? kalau jawabannya tidak, setiap penjelasan saya hanya akan anda anggap berlebihan karena dari awal sudah tidak sepaham, kalau iya, tentunya anda tidak perlu jawaban dari saya, karena sudah sepaham dan pasti sudah tahu jawabannya,..hahaha,......
Keruwetan dan ketidakprofesionalan PSSI, isu jadi tunggangan politik yang semakin kuat setelah manajer Timnas diganti oleh seorang politisi dari parpol tertentu sungguh mengecewakan, dan kalau PSSI nya tidak beres, maka klub-klub yang dinaunginya juga sama saja ruwetnya, mulai dari dualisme kompetisi, pemborosan APBD, sampai tawuran antar pemain, antar offisial, antar suporter yang sangat memalukan, sampai-sampai saya berjanji tidak mau lagi nonton pertandingan sepakbola Indonesia di TV, di senayan atau di stadion manapun.
Cukup pelampiasan emosi nya, karena tulisan ini sebenarnya saya buat sebagai apresiasi untuk pemain favorit Juventini(*sebutan untuk Fans Juventus) seluruh dunia. Dialah Alessandro Del Piero, yang pada hari minggu kemarin memainkan pertandingan terakhir serie A dengan seragam Juventus. Kualitas, loyalitas dan sportifitas adalah kata-kata yang pas untuk menggambarkan sosok Ale. Termasuk dalam FIFA 100 yang berisi list 125 pesepakbola terbaik sepanjang masa pilihan Pele, termasuk 50 pemain eropa terbaik selama 50 tahun terakhir versi UEFA Golden Jubilee poll, pemain Juventus dengan gol terbanyak sepanjang masa, pemain Juventus dengan caps terbanyak sepanjang masa, peraih golden foot, juara piala dunia dan masih banyak prestasi lainnya.
Presiden Juventus Andrea Agnelli sudah mengumumkan kalau musim ini (2011/2012) adalah musim terakhir Del Piero di Juventus dan kontraknya tidak akan diperpanjang, menandakan kebersamaan dengan Juventus telah berakhir setelah 19 musim.
Pesepakbola yang menginspirasi banyak orang terutama Juventini, baik di dalam maupun di luar lapangan, pesepakbola dengan banyak fans setia yang begitu tampak ketika Ale mendapatkan standing ovation terus menerus di pertandingan serie A terakhirnya di Juventus Arena, dan dilepas dengan begitu emosional oleh Juventini.
Grazie Ale, Grazie Il Capitano, Grazie Il Pinturicchio, I am your Big Fan
Keruwetan dan ketidakprofesionalan PSSI, isu jadi tunggangan politik yang semakin kuat setelah manajer Timnas diganti oleh seorang politisi dari parpol tertentu sungguh mengecewakan, dan kalau PSSI nya tidak beres, maka klub-klub yang dinaunginya juga sama saja ruwetnya, mulai dari dualisme kompetisi, pemborosan APBD, sampai tawuran antar pemain, antar offisial, antar suporter yang sangat memalukan, sampai-sampai saya berjanji tidak mau lagi nonton pertandingan sepakbola Indonesia di TV, di senayan atau di stadion manapun.
Cukup pelampiasan emosi nya, karena tulisan ini sebenarnya saya buat sebagai apresiasi untuk pemain favorit Juventini(*sebutan untuk Fans Juventus) seluruh dunia. Dialah Alessandro Del Piero, yang pada hari minggu kemarin memainkan pertandingan terakhir serie A dengan seragam Juventus. Kualitas, loyalitas dan sportifitas adalah kata-kata yang pas untuk menggambarkan sosok Ale. Termasuk dalam FIFA 100 yang berisi list 125 pesepakbola terbaik sepanjang masa pilihan Pele, termasuk 50 pemain eropa terbaik selama 50 tahun terakhir versi UEFA Golden Jubilee poll, pemain Juventus dengan gol terbanyak sepanjang masa, pemain Juventus dengan caps terbanyak sepanjang masa, peraih golden foot, juara piala dunia dan masih banyak prestasi lainnya.
Presiden Juventus Andrea Agnelli sudah mengumumkan kalau musim ini (2011/2012) adalah musim terakhir Del Piero di Juventus dan kontraknya tidak akan diperpanjang, menandakan kebersamaan dengan Juventus telah berakhir setelah 19 musim.
Pesepakbola yang menginspirasi banyak orang terutama Juventini, baik di dalam maupun di luar lapangan, pesepakbola dengan banyak fans setia yang begitu tampak ketika Ale mendapatkan standing ovation terus menerus di pertandingan serie A terakhirnya di Juventus Arena, dan dilepas dengan begitu emosional oleh Juventini.
Grazie Ale, Grazie Il Capitano, Grazie Il Pinturicchio, I am your Big Fan
| picture was taken from here |
Monday, 14 May 2012
Tikus, Kucing dan Anjing
Kurang sesuai rasanya kalau imej koruptor itu disamakan dengan tikus. Misal negara ini sebuah rumah, tikus hanyalah bagian subversi, tidak terlibat langsung dalam lingkup rumah, keberadaannya tidak diinginkan.
Lebih pas rasanya kalau digambarkan dengan kucing, karena kucing terlibat dalam lingkup rumah. Sifat alami kucing, walaupun setiap hari kita beri makan, lihat ikan di lemari pun akan dicurinya juga. Tapi mengingat kucing sering digambarkan sebagai hewan lucu, peliharaan favorit manusia dan jarang namanya disebut-sebut ketika orang mengumpat, terlalu "baik" kalau kita gambarkan koruptor seperti kucing.
Bagaimana kalau disamakan saja dengan anjing?rasanya tidak cocok juga karena anjing adalah hewan yang setia dan jarang atau tidak pernah mencuri makanan dari majikannya. Tidak bisa disamakan, karena koruptor adalah makhluk jenis lain yang derajatnya lebih rendah dari ketiga hewan itu, dan setiap orang punya potensi menjadi makhluk bernama koruptor kalau sudah terjangkit virus serakah. Orang dengan virus serakah akan berubah menjadi makhluk koruptor yang ganas dan sadis ketika bertemu dengan kesempatan.
Lebih pas rasanya kalau digambarkan dengan kucing, karena kucing terlibat dalam lingkup rumah. Sifat alami kucing, walaupun setiap hari kita beri makan, lihat ikan di lemari pun akan dicurinya juga. Tapi mengingat kucing sering digambarkan sebagai hewan lucu, peliharaan favorit manusia dan jarang namanya disebut-sebut ketika orang mengumpat, terlalu "baik" kalau kita gambarkan koruptor seperti kucing.
Bagaimana kalau disamakan saja dengan anjing?rasanya tidak cocok juga karena anjing adalah hewan yang setia dan jarang atau tidak pernah mencuri makanan dari majikannya. Tidak bisa disamakan, karena koruptor adalah makhluk jenis lain yang derajatnya lebih rendah dari ketiga hewan itu, dan setiap orang punya potensi menjadi makhluk bernama koruptor kalau sudah terjangkit virus serakah. Orang dengan virus serakah akan berubah menjadi makhluk koruptor yang ganas dan sadis ketika bertemu dengan kesempatan.
Saturday, 14 April 2012
Since 1897
Di tahun 1897, bangsa Nusantara masih sibuk dengan perang saudara, berebut kepentingan dengan Belanda, jangankan berpikir untuk membuat klub sepakbola, istilah sepakbola saja mungkin belum ada di benak para Raja.
Di negeri nun jauh dari Nusantara, di Italia, sekelompok pemuda dari turin sepakat membentuk sebuah klub sepakbola yang sekarang dikenal dengan nama Juventus FC.
Satu satunya klub di Italia yang punya 2 tanda bintang diatas logo klubnya, sebagai tanda jawara liga Italia dengan jumlah lebih dari 20 kali, 29 kali tepatnya.
Sejak tahun 1995 aku mengenal klub ini dari tayangan siaran langsung RCTI, dan karena klub ini pula lah sepakbola menjadi hobby ku, bermain dari lapangan satu ke lapangan lain, entah itu melawan kelas lain, sekolah lain atau kampung lain.
Walaupun sekarang sudah ada futsal atau indoor soccer yang menjamur di Indonesia, bermain futsal rasanya tidak sepuas seperti kalau bermain di lapangan sepakbola besar. Motivasi, energi dan ecstasy ketika berlari, mengumpan apalagi mencetak gol, benar-benar jauh rasanya,..ahhh rasanya ingin sekali bermain di lapangan besar lagi, kapan ya?
Satu lagi, Juventus baru saja meresmikan stadion kandang baru yang masih bernama Juventus Arena, dan setahu saya hanya Juventus lah yang punya Stadion kandang sendiri untuk pertandingan resmi, karena stadion pertandingan resmi yang menjadi kandang atau home match umumnya dipakai oleh 2 klub sekota.
Sudah jadi mimpiku untuk setidaknya sekali dalam hidup ini bisa menonton pertandingan klub kesayangan ini di kandangnya, Juventus Arena, Turin Italia.
Di negeri nun jauh dari Nusantara, di Italia, sekelompok pemuda dari turin sepakat membentuk sebuah klub sepakbola yang sekarang dikenal dengan nama Juventus FC.
Satu satunya klub di Italia yang punya 2 tanda bintang diatas logo klubnya, sebagai tanda jawara liga Italia dengan jumlah lebih dari 20 kali, 29 kali tepatnya.
Sejak tahun 1995 aku mengenal klub ini dari tayangan siaran langsung RCTI, dan karena klub ini pula lah sepakbola menjadi hobby ku, bermain dari lapangan satu ke lapangan lain, entah itu melawan kelas lain, sekolah lain atau kampung lain.
Walaupun sekarang sudah ada futsal atau indoor soccer yang menjamur di Indonesia, bermain futsal rasanya tidak sepuas seperti kalau bermain di lapangan sepakbola besar. Motivasi, energi dan ecstasy ketika berlari, mengumpan apalagi mencetak gol, benar-benar jauh rasanya,..ahhh rasanya ingin sekali bermain di lapangan besar lagi, kapan ya?
Satu lagi, Juventus baru saja meresmikan stadion kandang baru yang masih bernama Juventus Arena, dan setahu saya hanya Juventus lah yang punya Stadion kandang sendiri untuk pertandingan resmi, karena stadion pertandingan resmi yang menjadi kandang atau home match umumnya dipakai oleh 2 klub sekota.
Sudah jadi mimpiku untuk setidaknya sekali dalam hidup ini bisa menonton pertandingan klub kesayangan ini di kandangnya, Juventus Arena, Turin Italia.
| Juventus Arena. gambar diambil dari sini |
Monday, 31 October 2011
Putaran Terakhir
23 October 2011
Kursi kategori 1 GrandStand sirkuit sepang, lokasi tribun tepat di tikungan pertama setelah garis start. Posisi dudukku yang ada di tribun bagian atas memungkinkan untuk melihat 3 tikungan awal, dan tikungan 11 sebelum track lurus. Pertama kali nya aku nonton balap moto GP secara langsung, Alhamdulillah, namanya rejeki sungguh tidak terduga dan bisa datang dari arah mana saja. Bersama 50 orang rombongan pemenang undian nonton langsung Moto GP Sepang Malaysia dari PT. MPM Motor Honda, aku berangkat pada tanggal 22 october 2011 ke Malaysia.
Tidak ada yang mengejutkan sesampainya di Kuala Lumpur, ketika tour keliling kota ataupun di pusat turis di daerah sungai Wang. Kuala Lumpur ibarat Surabaya atau Jakarta dengan luas kota yang lebih sempit, tanpa kemacetan saat weekend, karena saat hari kerja, sama seperti kota-kota besar di Indonesia, Kuala Lumpur juga mengalami kemacetan di jalan-jalan protokol.
Jumlah penduduk Malaysia 27 juta, 4 juta diantaranya adalah warga negara Indonesia yang tercatat, belum lagi jika ditambah dengan WNI yang datang secara ilegal dan warga WNI yang sudah menjadi WN Malaysia karena sudah tinggal selama lebih dari 10 tahun, seperti seorang penjual merchandise di area sungai wang yang ternyata merantau ke negara ini sejak 15 tahun yang lalu. Malaysia sudah seperti negara kedua bagi warga Indonesia mengingat jumlah WNI yang sangat besar di negara ini. Kondisi pertokoan, bentuk rumah di kanan kiri jalan tidak jauh berbeda dengan kalau kita berkeliling Surabaya ataupun Jakarta bahkan bisa dibilang, kedua kota besar di Indonesia ini jauh lebih megah dibanding ibu kota Malaysia ini.
Hari minggu pagi yang cukup cerah, cuaca yang bagus untuk menyaksikan balapan Moto GP. Tepat jam 8.30 rombongan berangkat dari Radius International Hotel untuk keliling kota sebentar sebelum menuju ke Sepang. Setelah sesi foto di spot foto depan Petronas twin tower, kita langsung berangkat menuju sepang, karena tour leader mendapat informasi kalau jalan menuju Sepang mulai macet. Setiap sesi foto cukup istimewa, karena acara ini diliput oleh 3 majalah, dari Otoplus, Ototren dan satu lagi majalah otomotif juga yang saya lupa namanya, beberapa kamera menjepret secara bergantian, dari wartawan dan dari team dokumentasi Honda. Seperti yang sudah diperkirakan, jalan tol menuju sepang macet, dan ketika sampai di area sirkuit, suasana sudah sangat ramai.
Setelah berkeliling menikmati suasana area sirkuit dengan pemandangan-pemandangan yang tidak perlu dideskripsikan..hehehe :D, saatnya menikmati tontonan yang jadi tujuan kami jauh-jauh ke negeri ini.
Perlombaan dimulai dari kelas 125 CC, yang ternyata sangat ramai dengan sorak sorai penonton karena ada pembalap lokal yang ikut berlaga. Berlanjut ke balap Moto2, banyak insiden terjadi tepat di tikungan pertama, beberapa insiden sempat kuabadikan dengan kamera.
Tibalah saatnya main race, suara deruan motor yang keras dan berat mengundang sorak sorai penonton, bertambah ramai lagi ketika Casey Stoner, Dani Pedrosa, Marco Simoncelli dan 9 kali juara dunia Moto GP Valentino Rossi melakukan warm up lap.
Balapan di sepang musim ini sudah tidak menentukan lagi, karena juara sudah ditentukan pada balapan sebelumnya di Moto GP Australia, meskipun demikian antusiasme penggemar masih sangat tinggi, bahkan kata wartawan yang ikut bersama kami mengatakan kalau penonton tahun ini jauh lebih banyak dibanding musim kemarin, tampak dari tribun penonton yang semuanya penuh sesak.
Mesin yang menderu menandakan start akan dimulai, dan begitu semua lampu merah mati, dengan sigap pembalap memacu motornya. Seperti halnya putaran pertama, semua motor dipacu sangat berdekatan, sungguh memacu adrenaline, disaat seperti inilah, teknik dan keahlian sangat menentukan. Walaupun sangat seru tidak ada yang pernah menduga bahwa putaran berikutnya adalah putaran terakhir dari balapan, tidak ada yang menduga bahwa putaran itu akan menjadi putaran terakhir dari seorang pembalap muda berpotensi yang diprediksi banyak pengamat akan menjadi juara tahun depan, tidak ada yang menduga bahwa putaran selanjutnya akan menjadi putaran terakhir seorang ayah melihat anaknya membalap, seorang ibu melihat anaknya bertanding dan sekelompok penggemar menyaksikan pembalap pujaannya memacu motor. Tepat di tikungan 11 lap ke 2, yang masih tampak dari tempatku duduk menyaksikan balapan, seorang pembalap tampak slip dan tertabrak dua pembalap lainnya, bendera kuning dikibarkan, beberapa detik kemudian bendera merah dikibarkan. Sesuatu yang sangat serius telah terjadi, tapi kami tidak tahu, yang kami tahu hanyalah balapan ditunda karena insiden kecelakaan parah, tidak ada pengumuman melalui pengeras suara apakah balapan ditunda atau dibatalkan, sejam kemudian penonton marah, botol minuman ringan, botol air mineral sampai merchandise terbang ke areal sirkuit dilempar oleh penonton yang kecewa, semua turun dan keluar dari tribun untuk bertanya ke pusat infomasi, dan kami hanya bisa diam ketika petugas informasi mengumumkan bahwa balapan dibatalkan karena ada pembalap yang kehilangan nyawa dalam insiden kecelakan, dan pembalap itu adalah Marco Simoncelli. Ciao Super Sic, rest in peace.
![]() |
| Last Lap of Marco Simoncelli, Sepang Moto GP 2011 |
Wednesday, 8 June 2011
Pembangunan Mental Bangsa
Setelah beberapa lama akhirnya buat tulisan lagi tentang permasalahan sosial, walaupun saya bukan ahlinya, walaupun saya juga tidak punya solusi nyatanya, atau bahkan justru saya juga bagian dari permasalahan sosial ini,..hehehe, tapi yang namanya unek-unek lebih enak kalau dituangkan, lewat media apapun.
Kemiskinan dan kebodohan adalah dua hal yang dicanangkan oleh para pendiri bangsa ini sebagai musuh baru yang harus ditumpas setelah jaman perjuangan kemerdekaan fisik, setiap pemimpin bangsa ini di setiap periodenya memiliki tugas berat untuk memeranginya, tidak bertujuan untuk menumpasnya habis hanya mengurangi jumlahnya, karena suatu hal yang mustahil kemiskinan dan kebodohan itu ditumpas habis, mengingat 2 hal itu juga termasuk bagian dari keseimbangan sosial, tidak akan ada kaya kalau tidak ada miskin dan tidak ada pintar kalau tidak ada bodoh.
Menjadi lebih sulit kalau upaya untuk mengurangi angka kemiskinan dan kebodohan harus melewati tahap pembangunan mental dahulu, dan inilah yang menjadikan tugas bagi pemimpin bangsa ini menjadi sangat berat, karena dia harus bisa membangun mental bangsa nya dahulu. Mental untuk terus maju dan berinovasi, mental mau bekerja keras.
Sebenarnya bukan cuma dua atau tiga hari aku tinggal di ibu kota Jakarta ini, sudah beberapa bulan kalau diakumulasikan, dan hal paling menyiksa ketika ada di Jakarta ini selain macetnya adalah, banyaknya kaum peminta-minta alias pengemis yang bertebaran di setiap sudut jalan, jauh lebih banyak dibanding kota-kota besar lain di Indonesia yang pernah kukunjungi, sebuah tanda kesenjangan sosial yang begitu tampak nyata di mata. Tapi bukan masalah kesenjangan yang ingin kubahas disini, tapi soal kaum peminta-minta yang ada di daerah khusus ini. diantara kaum peminta-peminta itu banyak sekali diantaranya yang masih anak-anak. mereka berkeliling dari warung satu ke warung lain di pusat-pusat perkantoran, pusat perbelanjaan dan diantaranya banyak yang sambil menggendong balita. sungguh pemandangan yang mengganggu mata hati. Anak-anak ini masih dalam masa pembangunan karakter dan mental, apa jadinya nanti ketika mereka dewasa nanti, kalau sejak kecil sudah disuruh meminta-minta, mental seperti apa yang nanti terbentuk ketika mereka sudah dewasa, dan yang lebih mengherankan serta sama sekali sulit kupahami adalah, apa yang dipikirkan orang tua anak-anak ini, ataupun kalau bukan orang tua mereka yang menyuruh, sebejat apa jiwa orang-orang dewasa yang menyuruh anak-anak ini untuk mengemis, apa semuanya demi sepiring nasi sampai harus mengorbankan mental anak-anak ini.
Harus ada revolusi pembangunan mental secara menyuluruh kalau bangsa ini ingin maju, ataupun seandainya pertumbuhan ekonomi bangsa ini naik seperti yang didengung-dengungkan pemerintah, tanpa adanya pembangunan mental, kesenjangan sosial pasti akan semakin besar.
Hufff...apa yang bisa kulakukan, apa yang bisa kalian lakukan untuk permasalahan ini, saya juga belum tahu solusi nyatanya, ...
Kemiskinan dan kebodohan adalah dua hal yang dicanangkan oleh para pendiri bangsa ini sebagai musuh baru yang harus ditumpas setelah jaman perjuangan kemerdekaan fisik, setiap pemimpin bangsa ini di setiap periodenya memiliki tugas berat untuk memeranginya, tidak bertujuan untuk menumpasnya habis hanya mengurangi jumlahnya, karena suatu hal yang mustahil kemiskinan dan kebodohan itu ditumpas habis, mengingat 2 hal itu juga termasuk bagian dari keseimbangan sosial, tidak akan ada kaya kalau tidak ada miskin dan tidak ada pintar kalau tidak ada bodoh.
Menjadi lebih sulit kalau upaya untuk mengurangi angka kemiskinan dan kebodohan harus melewati tahap pembangunan mental dahulu, dan inilah yang menjadikan tugas bagi pemimpin bangsa ini menjadi sangat berat, karena dia harus bisa membangun mental bangsa nya dahulu. Mental untuk terus maju dan berinovasi, mental mau bekerja keras.
Sebenarnya bukan cuma dua atau tiga hari aku tinggal di ibu kota Jakarta ini, sudah beberapa bulan kalau diakumulasikan, dan hal paling menyiksa ketika ada di Jakarta ini selain macetnya adalah, banyaknya kaum peminta-minta alias pengemis yang bertebaran di setiap sudut jalan, jauh lebih banyak dibanding kota-kota besar lain di Indonesia yang pernah kukunjungi, sebuah tanda kesenjangan sosial yang begitu tampak nyata di mata. Tapi bukan masalah kesenjangan yang ingin kubahas disini, tapi soal kaum peminta-minta yang ada di daerah khusus ini. diantara kaum peminta-peminta itu banyak sekali diantaranya yang masih anak-anak. mereka berkeliling dari warung satu ke warung lain di pusat-pusat perkantoran, pusat perbelanjaan dan diantaranya banyak yang sambil menggendong balita. sungguh pemandangan yang mengganggu mata hati. Anak-anak ini masih dalam masa pembangunan karakter dan mental, apa jadinya nanti ketika mereka dewasa nanti, kalau sejak kecil sudah disuruh meminta-minta, mental seperti apa yang nanti terbentuk ketika mereka sudah dewasa, dan yang lebih mengherankan serta sama sekali sulit kupahami adalah, apa yang dipikirkan orang tua anak-anak ini, ataupun kalau bukan orang tua mereka yang menyuruh, sebejat apa jiwa orang-orang dewasa yang menyuruh anak-anak ini untuk mengemis, apa semuanya demi sepiring nasi sampai harus mengorbankan mental anak-anak ini.
Harus ada revolusi pembangunan mental secara menyuluruh kalau bangsa ini ingin maju, ataupun seandainya pertumbuhan ekonomi bangsa ini naik seperti yang didengung-dengungkan pemerintah, tanpa adanya pembangunan mental, kesenjangan sosial pasti akan semakin besar.
Hufff...apa yang bisa kulakukan, apa yang bisa kalian lakukan untuk permasalahan ini, saya juga belum tahu solusi nyatanya, ...
Subscribe to:
Posts (Atom)

